Anelka dipulangkan, Pemain Perancis Tak Mau Latihan


Federasi Sepakbola Prancis (FFF) mengecam aksi mogok yang dilakukan oleh tim nasional Prancis, terkait dikeluarkannya striker Nicolas Anelka dari tim mereka.

bertengkar

Anelka dikirim pulang setelah menolak untuk meminta maaf kepada pelatihnya, Raymond Domenech, atas kata-kata kasar yang ia lontarkan terhadapnya saat pertandingan Prancis vs Meksiko yang berakhir dengan kekalahan 2-0.

Tak disangka, skuad Prancis memutuskan untuk mogok berlatih sebagai reaksi atas pemecatan Anelka. FFF pun balas merespon aksi mogok Les Blues ini.

“Delegasi Prancis dan Presiden Delegasi, Jean-Pierre Escalettes cemas denngan penolakan para pemain Prancis untuk berpartisipasi dalam latihan hari ini. Aksi mogok ini adalah konsekuensi yang tidak dapat diterima,” ujar FFF dalam sikap resminya seperti dilansir Goal.

FFF juga mengecam skuad Prancis. “Berkebalikan dengan yang dirasakan pemain sebagai ketidakadilan terhadap Nicolas Anelka, sanksi kepada Anelka diambil setelah melalui pembahasan panjang dengan yang bersangkutan, dengan dihadiri kapten tim. FFF meminta maaf kepada Prancis atas perilaku pemain yang tidak dapat diterima. Dewan Federal akan segera menggelar pertemuan untuk mencari solusi dan menuntaskan krisis ini,” kata FFF lagi dalam rilisnya.

Sementara itu, skuad Prancis juga mengecam FFF yang dinilai tidak dapat melindungi para pemainnya. Mereka juga marah karena pertikaian antara Domenech dan Anelka menjadi konsumsi publik.

“Semua pemain tanpa kecuali menyatakan tidak setuju dengan keputusan FFF memecat Nicolas Anelka,” ujar Les Blues dalam rilis resminya yang dibacakan oleh Domenech di hadapan media.

Domenech kemudian menuturkan kronologis awal insiden antara dirinya dengan striker Chelsea tersebut. “Itu bukanlah konfrontasi. Orang-orang tidak dapat membayangkan tekanan yang ada. Kami sedang berada di ruang ganti, lalu pelatih mengatakan sesuatu kepada pemain yang ada dalam tekanan, dan dia bereaksi keras dengan kata-kata yang keras,” jelas Domenech.

“Yang terpenting hal itu kemudian menjadi headline di surat kabar. Persoalan internal tim diekspos ke publik. Saya lantas membereskan masalah ini secara internal. Sepengetahuan saya, persoalan ini telah selesai. Saya berbincang lagi dengan Anelka keesokan harinya, dan saya mempersilahkan dia untuk minta maaf. Tapi, ia tidak mau melakukannya. Maka keputusan untuk mengeluarkannya dari tim adalah benar,” kata Domenech.

Direktur Tim Prancis, Jean-Louis Valentin, telah mengumumkan pengunduran dirinya menyusul insiden memalukan ini.

“Ini adalah skandal bagi Prancis, bagi federasi tim nasional. Sungguh memalukan. Saya merasa muak. Saya akan meninggalkan federasi, mengundurkan diri dan kembali ke Prancis,” tukasnya berang.

Kekisruhan di tubuh skuad Prancis ini terjadi hanya beberapa saat menjelang pertandingan krusial dengan Afrika Selatan. Bila Prancis kembali kalah dalam pertandingan ini, maka mereka tidak akan lolos ke babak perdelapan final Piala Dunia. Presiden Prancis, Nicolas Sarkozy, sampai turun tangan dan meminta Menteri Olahraga Prancis untuk memediasi Domenech, Les Blues dan FFF. vivanews

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: