Fatih Terim dan Proyek PSSI


PSSI serius mempersiapkan skuad Tim Nasional merah putih menembus pagelaran akbar Piala Dunia 2018. Berbagai upaya disiapkan. Kabar terakhir, PSSI berniat mendatangkan Fatih Terim, mantan pelatih Galatassaray untuk menangani timnas Indonesia.

Siapa fatih Terim?
Dia dilahirkan pada 4 September 1953 di kota Adana Turki. Selama karir bermain bola, Terim adalah seorang defender (pemain belakang). Karir bolanya diawali bermain disebuah klub kecil bernama Adana Demirspor (1969-1974). Sedangkan tim profesionalnya adalah Galatassaray (1974-1985). Pria ini juga langganan bermain untuk Timnas Turki. dari tahun 1971-1985.

Fatih Terim (foto: wikipedia)

Pengalaman melatih :
Setelah pensiun dari sepak bola profesional, pelatihan awalnya menjadi seorang pelatih berasal dari Jupp Derwall saat mereka di Galatasaray. Pembinaan karier Terim itu dimulai ketika dia ditunjuk sebagai pelatih Ankaragücü MKE. Dia melatih klub selama 18 bulan dan pindah ke pelatih Göztepe di İzmir yang berlangsung satu tahun. Dia tidak memiliki keberhasilan yang signifikan dengan tim-tim ini.

Turkey (1990-1996)
pada tahun 1990 ia diangkat sebagai asisten pelatih nasional Turki oleh Sepp Piontek, dimana ia juga melatih tim U-21. Setelah menjabat sebagai asisten pelatih selama tiga tahun, ia diangkat sebagai pelatih tim nasional Turki pada tahun 1993. Tiga tahun kemudian, tim nasional Turki berhasil lolos ke final turnamen Euro ’96 untuk pertama kalinya dalam sejarah di bawah manajemennya. Meskipun tim nasional tidak berkinerja baik dalam turnamen ini, namun Terim masih dianggap sebagai pelatih yang memberi prestasi besar bagi sepak bola Turki.

Galatasaray (1996-2000)

Setelah Euro 1996, Fatih Terim menandatangani kontrak dengan Galatasaray SK. Di bawahnya manajemen Galatasaray memenangkan kejuaraan di liga Turki selama empat tahun berturut-turut, prestasi mahkota-Nya dengan memenangkan Piala UEFA pada tahun 2000, membuat Fatih Terim menjadi manajer Galatasaray paling sukses dalam sejarahnya.

AC Fiorentina (2000-2001)

Kesuksesannya bersama Galatasaray membawa Terim ke Seri A, menandatangani kontrak satu tahun dengan ACF Fiorentina, Italia.
Gayanya yang agresif membuat hubungannya dengan presiden klub Vittorio menjadi tegang. Pemilik Fiorentina, Cecchi Gori membuat Terim menjadi terkenal di kalangan fans Fiorentina. Di Fiorentina, Terim mengalami awal yang signifikan, mengalahkan AC Milan (4-0) dan menahan imbang Juventus 3-3 serta menang agregat 4-2 dari Milan untuk mencapai final Coppa Italia. Namun, di tengah-tengah musim 2000-2001, Terim menyatakan bahwa ia tidak akan memperpanjang kontraknya dengan klub tersebut sejak Cecchi Gori tidak berniat untuk membuat investasi yang dia minta. Setelah deklarasi itu, kinerja tim menurun secara signifikan, dan bentrokan yang terus berlanjut dengan presiden klub mendesaknya untuk mengundurkan diri sebelum musim berakhir. Legenda sepakbola Rumania Gheorghe Hagi memuji karyanya di Florence, “Dalam lima bulan dia membangun sebuah sisi fenomenal di Fiorentina. Dia luar biasa”kata Hadji.

AC Milan (2001)

Pada musim panas 2001, ia diangkat sebagai pelatih AC Milan dan menolak tawaran dari klub lain seperti FC Barcelona dan Liverpool FC. Segera ia mendatangkan Rui Costa, Ümit Davala dan Filippo Inzaghi ke kota Milan. Dia mengubah sistem AC Milan, bermain dengan sistem yang sangat mirip dengan gaya sepak bola Rinus Michels yaitu Total Football, dengan memainkan 4-3-1-2, Rui Costa sebagai pemain kunci. Terim membangun Milan sangat ofensif dan agresif, tetapi selama periode kepelatihannya ini Milan terkenal rentan di posisi belakang. Setelah beberapa hasil yang mengecewakan, kontraknya berakhir di AC Milan hanya 5 bulan bekerja.

Galatasaray (2002-2004)

Pada musim panas tahun 2002 ia kembali ke Galatasaray. Karena masalah internal di dalam manajemen Galatasaray (kesulitan dana), dan kegagalan kebijakan transfer, kinerjanya menjadi mengecewakan. Kalah memalukan dengan seterunya yaitu Fenerbahce 6-0 pada suatu pertandingan liga. Hal ini menyebabkan dia mengundurkan diri dan beristirahat pada Maret 2004. Sementara klub seperti Internazionale dan AS Roma mencoba untuk memikat Terim kembali ke Serie A, tapi tanpa hasil. Pada musim panas 2005, Terim diminta untuk mengelola tim nasional Turki sekali lagi.

Turkey (2005-2009)

Dia berhasil memimpin Turki ke semifinal Euro 2008, di mana mereka akhirnya kalah dari Jerman. Tak lama setelah sukses di Euro 2008, dia direkomendasikan oleh mantan manajer Newcastle United Bobby Robson untuk posisi managerial Newcastle, tapi dia menolak pekerjaan itu. Setelah kualifikasi untuk Piala Dunia 2010, di mana Turki gagal, Terim mengundurkan diri dari posisi timnas Turki.

  • Melihat Track record Terim selama ini, maukah kiranya dia mau menangani timnas merah putih untuk Piala Dunia 2018?.
  • Kiranya sesuaikah cara dan formasi kepelatihannya dengan timnas Indonesia?

Pendapat Penulis>

Posisi Terim memang sedang no job sekarang ini, alias menganggur. Tapi, maukah Terim menangani Timnas Indonesia?. pertanyaan ini akan menjadi teka-teki hingga PSSI berhasil betul-betul mendatangkan Terim.
Beberapa tawaran di klub besar Eropa saja pernah dia tolak, apalagi menangani Timnas dinegara yang prestasinya tidak jelas seperti Indonesia.
Menurut pemikiran saya, Terim memang pelatih hebat dengan segudang prestasi dan pengalaman. Tapi, PSSI hendaknya memikirkan tentang efektifitas pendanaan dan formasi kepelatihan.

Pendanaan
Dana PSSI untuk sekedar menggaji Terim akan sangat berat, apalagi rencana itu untuk jangka panjang hingga 2018. Adakah jaminan kita akan lolos Piala Dunia? sedangkan dana besar sudah dikeluarkan untuk proyek ini.

Formasi
Terim banyak melatih di Eropa. dengan postur badan rata-rata orang Eropa, dia mampu meracik formasi dengan gaya permainan Eropa. umpan panjang akurat, heading tajam, dan fisik mumpuni adalah keunggulan pemain-pemain Eropa
bagaimana dengan pemain Indonesia?
Umpan panjang saja tidak akurat, heading lemah karena tinggi badan pemain rata-rata 170 cm dengan fisik yang sangat amburadul.

Indonesia cocoknya bermain dari kaki ke kaki ala timnas spanyol atau Amerika Latin. ini didukung oleh fisik kebanyakan pemain Indonesia yang mungil. Kita bisa melihat punggawa-punggawa timnas Spanyol di lini tengah. Mereka semua pemain dengan tinggi badan rata-rata 170-175 cm. dan mereka sukses menguasai dunia dengan memainkan sepak bola pendek merapat.

Brazil, Argentina, Uruguay, Paraguay adalah negara-negara yang mumpuni memainkan formasi demikian. Kiranya PSSI dapat memikirkan ulang mendatangkan Fatih Terim.

Jackson F. Tiago

Jackson F. Tiago (foto: duniasoccer)

Lihatlah pria Brasil ini mengolah Persipura Jayapura. permainan pendek merapat ala Brasil yang dia terapkan mampu menjadikan Persipura tim ganas di Liga Indonesia. Ini sedikit bukti kalau formasi Jackson sesuai dengan postur dan kemampuan pemain Indonesia.
PSSI bisa mengevaluasi ini sebagai pembanding untuk rencana proyeknya di 2018. Jackson bisa dicoba sebagai alternatif awal. dia lebih murah dan mampu berbahasa Indonesia dengan baik.

Ditulis oleh : Widy
Sumber Biodata: Wikipedia

5 responses to this post.

  1. fatih terim is the best coach

    Balas

  2. Posted by ikfantri (madridista) on 27 September 2010 at 14:26

    pak tolong carikan berita tentang pemain muda dan dia sebagai harta karun real madrid, dia seorang anak yang bernama enzo? (anak zinedine zidane)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: