Ferguson kapok dengan Pemain Bintang


Baru-baru ini majalah terkemuka Forbes merilis tim-tim terkaya dunia. Forbes menempatkan Manchester United sebagai tim dengan kekayaan paling tinggi. Tim dari negeri Ratu Elizabeth ini memang selalu tampil konsisten meski tanpa memiliki pemain bintang yang dominan.

Setiap musimnya, tidak banyak berita transfer yang dilakukan tim ini di bursa transfer pemain. Kalaupun ada, biasanya mereka hanya membeli pemain-pemain yang tidak dikenal publik dan berharga murah. Musim ini, hanya Chicarito yang dibeli dari salah satu klub di Meksiko.

Ferguson mencetak pemain-pemain yang bekerja untuk tim. Tidak ada pemain bintang di MU. Ferguson seolah membenci sekali kalau ada pemainnya yang sering terekspos media dengan mengabarkan kebintangannya. Dia akan melego pemain yang memiliki status kebintangan.

Kapokkah Ferguson dengan pemain bintang?

Dalam sejarahnya melatih, ada beberapa nama bintang yang pernah di rekrut oleh ferguson. Tapi semuanya malah hancur permainannya. Sebuat saja Juan Sebastian Veron yang di transfer dari Lazio. Dengan memecahkan rekor transfer waktu itu, Ferguson berharap banyak ada strategi baru buat timnya dengan masuknya Veron. Kenyataannya malah berbalik arah. Prestasi tak teraih, pemainnya malah sakit-sakitan di rundung cedera panjang.

David Bechkam adalah nama yang sangat dikenal publik. Disaat jaya-jayanya Beckham, Ferguson mengingatkan Becks supaya fokus saja pada pemain bola, bukan selebritis bola. Permintaan ini kayaknya dipandang sebelah mata oleh Beckham. Hasilnya jelas, di akhir musim Fergie (Ferguson) melegonya ke Real Madrid.

Christiano Ronaldo adalah bintang selanjutnya yang buang Fergie ke Madrid. Wajah rupawan dan permainan bolanya yang maknyus membuat Ronaldo dipuja semua orang, bahkan banyak diantara tim-tim besar Eropa menginginkan jasanya. Tidak berat hati Ferguson melepas bintangnya dengan bandrol 1 Trilyun lebih. Sebuah angka yang sangat menguntungkan kas Manchester United tentunya.

Meski tanpa pemain bintang, MU tetap bermain konsisten. Hal ini tetap membuat para fans enjoy untuk hadir di stadion atau bahkan menunggu siaran Live di televisi. Mereka datang untuk melihat MU main, bukan melihat bintang-bintang pemain berlaga.

Ingat, diawal tahun, Wayne Rooney nampak sekali kebintangannya. Gol-gol indah tercipta dari kaki dan kepalanya. Tapi di pertengahan musim, Fergie seolah menunjukkan kalau dia dan Rooney telah terjadi konflik internal. Beberapa laga MU, Fergie bahkan tidak memasang Rooney sebagai striker. Ini adalah bentuk dari redaman ala Fergie kepada media dalam mengekspos Rooney menjadi bintang.

Pengeluaran cekak, penghasilan melimpah. Inilah keuntungan manajemen MU memiliki seorang entrenador Sir. Alex Ferguson. Pelatih yang yakin akan kemampuannya untuk bekerja bersama tim dengan status yang sama tanpa memberikan titel kebintangan pada satu atau dua pemainnya.

Wahai pemain bintang!.. jangan berharap kalian akan main di skuad Ferguson ya. Karena Fergie tidak akan pernah membeli kalian. Dan untuk tim-tim kaya, jangan pernah beli pemain MU, karena mereka bermain baik untuk tim MU. Ketika di beli, mereka tidak akan bermain spesial lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: