Kenapa Kok Jadi ALAY


sedottt

Alay, Kata yang tiba-tiba muncul dan tenar sebagai sebuah sebutan untuk kaum pria yang lemah gemulai (banci). Saya bisa menyebut, ini hanya sebuah peralihan nama saja untuk sebuah modifikasi image atau perubahan image yang cenderung negatif terhadap BANCI selama ini. Para Alay ini memberikan kesan sebagai Banci terhormat atau bukan Banci kaleng.

Image yang mereka tawarkan ini saya lihat sangat berhasil. Sekarang ini, kita ngga merasa risih lagi melihat banyak lelaki yang gemulai dengan dandanan yang sok imut dengan warna baju ngejreng serta menunjukkan sifat yang manja poll. Mereka tidak lagi kumpul sesama banci, tapi mereka membaur dengan para wanita-wanita yang bisa memanjakan mereka.

Banyak kaum Alay berangkat bukan dari sebab kelainan, tapi karena mereka sengaja membentuk karakter lemah gemulai sebagai sebuah peranan yang mereka anggap ngetrend atau trendy saat ini. Mereka menikmati peranan sebagai Alay karena tuntutan sebuah kebutuhan komunitas yang mereka anggap nyleneh.

Kaum Alay ini hampir 80% adalah remaja. Kaum yang masih dalam pencarian jati diri. Mereka akan melakukan apa saja yang penting mereka puas, senang, nikmat dan yang penting adalah di perhatikan orang (caper).

Mereka awalnya mencoba sok lemah gemulai. Meniru gaya-gaya banci selama ini untuk sekedar melebur dalam pertemanan dan komunitas. Ketika komunitasnya nyaman menerima gayanya, mereka akan terus menerus melakukan gaya itu sehingga akan terbentuk karakter yang nyaman baginya.

Sungguh sebuah peralihan karakter yang merugikan menurut saya. Karena karakter ini bisa saja akan terus membelenggu hingga usia dewasanya tiba. Usia dimana dia akan menghadapi kehidupan yang sesungguhnya. Bukan pertemanan komunitas lagi. Bahayanya lagi, jika hal ini sampai berpengaruh terhadap psikologi dan selera seks mereka…. hiiii mending ngga usah deh.

One response to this post.

  1. bener mbak beuh engak banget banget

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: